MEGAPOLIS.ID – Fabio Quartararo cs harus merana di MotoGP 2024. Yamaha tentunya bertekad bangkit. Tetapi, mereka ternyata baru akan menggunakan mesin V4 pada motor M1 mereka mulai awal musim MotoGP 2025.
Kabar ini diungkap pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins. Dia dengan tegas menepis kabar bahwa mesin V4 sudah bisa digunakan pada motor M1 pada awal musim depan.
Diketahui, Yamaha telah membalap dengan mesin 4 silinder segaris sejak era empat tak dimulai di ajang MotoGP pada 2002. Namun, belum lama ini tim pabrikan Jepang itu mengonfirmasi bahwa mereka tengah mengembangkan proyek mesin V4 paralel untuk motornya.
Saat ini, semua tim rival Yamaha di MotoGP sudah menggunakan mesin V4. Akan tetapi, tim pabrikan Iwata menegaskan bahwa mereka hanya bakal memakai mesin V4 jika performanya lebih baik daripada mesin Inline.
Rins pun mengungkapkan bahwa mesin V4 milik Yamaha belum siap digunakan pada akhir musim MotoGP 2024. Dia memperkirakan proyek tersebut baru akan bisa dipakai pada pertengahan tahun depan.
“Yang pasti kami tidak akan menggunakan V4 untuk balapan terakhir musim ini,” kata Rins dikutip dari Crash, Kamis (10/10/2024).
“Beruntungnya, jika semuanya berjalan dengan baik, mungkin kami bisa memilikinya pertengahan musim tahun depan. Tapi itu adalah proyek (yang berbeda), kita setidaknya perlu menemukan sesuatu sebelum itu,” imbuhnya.
Saat ini yang menjadi kekurangan dari performa motor M1 2024, menurut Rins adalah cengkraman ban belakangnya. Pembalap asal Spanyol itu membeberkan dua rider Yamaha lainnya, Fabio Quartararo dan Remy Gardner, yang mendapat wildcard, merasakan hal yang sama saat mentas di MotoGP Jepang 2024 pada akhir pekan lalu.
“Ketiga pembalap mengalami hal yang sama. Tidak ada cengkeraman, bagian belakang terangkat (saat pengereman)” jelas rider berusia 28 tahun itu.
“Mungkin Fabio memiliki lebih banyak kontak dengan bagian belakang di area pengereman di sini. Mungkin dia memiliki pengaturan yang lebih baik daripada kami. Maksud saya, dia sudah bertahun-tahun dengan motor yang sama,” imbuhnya.
“Tapi saya tidak mau mencari alasan. Dia hanya lebih cepat dari Remy dan saya. Jadi, kita perlu mencari sesuatu,” jelas Rins.
Rins sendiri finis di posisi 16 dalam balapan utama di Sirkuit Motegi pada akhir pekan lalu dengan selisih 40,839 detik dari sang pemenang, Francesco Bagnaia. Sedangkan Gardner mengakhiri balapan persis di belakangnya alias urutan paling buncit dengan selisih hampir 20 detik darinya.
Sementara itu, Quartararo berakhir di posisi 12 dalam balapan utama di Jepang dengan jarak 32,299 detik dari Bagnaia. Dia kehabisan bensin di lap terakhir yang membuatnya disalip oleh rider LCR Honda, Johann Zarco.
(Okesport)
Diterbitkan tanggal 10 Oktober 2024 by Muhamad Samani














Discussion about this post