MEGAPOLIS.ID – LEGENDA sepakbola Jepang, Keisuke Honda, malah terancam diboikot gara-gara mendukung Timnas Iran tampil di Piala Dunia 2026. Sebab, ada satu kerja sama kemitraan yang justru ditangguhkan.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, pekan ini mengumumkan keputusan tegas yang telah diambil negaranya. Mereka tidak akan tampil di Piala Dunia 2026 imbas konflik dengan Amerika Serikat (AS) yang merupakan salah satu tuan rumah.
“Dengan mempertimbangkan pemerintah korup ini (Amerika Serikat) telah membunuh pemimpin kami, dalam kondisi apa pun kami tidak memiliki situasi yang tepat untuk berpartisipasi di Piala Dunia (2026),” kata Donyamali, dikutip dari BBC.
1. Sensitif
Lewat media sosial X, Honda mengaku mendukung agar Iran tampil di Piala Dunia 2026. Eks gelandang AC Milan itu sadar perkataannya menyentuh isu sensitif.
“Saya tahu ini adalah masalah yang sangat sensitif tetapi saya pribadi ingin mereka (Iran) berpartisipasi di Piala Dunia,” cuit Honda di akun X @kskgroup2017 pada Kamis 12 Maret, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Namun, dukungan Emperor Keisuke justru menjadi bumerang. Ia mengumumkan ada kerja sama dengan perusahaan asal Negeri Paman Sam yang terpaksa ditangguhkan!
“Sepertinya ada (kerja sama) iklan dari sebuah perusahaan AS, yang seharusnya difinalisasi jelang Piala Dunia, ditangguhkan karena pernyataan itu,” cuit Honda pada Jumat 13 Maret 2026.
2. Sanksi
Komentar Honda itu muncul setelah Presiden AS Donald Trumo mengaku siap menerima kehadiran personel Timnas Iran di negaranya untuk Piala Dunia 2026. Namun, ia tidak mau memberikan jaminan keamanan.
Keputusan Iran untuk mundur bisa berbuah sanksi berat. Berdasarkan Statuta FIFA Pasal 6, mereka bisa didenda hingga USD300 ribu (setara Rp5 miliar) jika mundur lebih dari 30 hari sebelum turnamen dimulai.
Selain itu, Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) juga harus mengembalikan dana yang telah diberikan FIFA. Team Melli juga bisa tidak diperkenankan tampil pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2030!
(Okezone)
Diterbitkan tanggal 14 Maret 2026 by Muhamad Samani












Discussion about this post