MEGAPOLIS.ID, JAKARTA – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, menegaskan kesiapan mental mereka dalam menghadapi ekspektasi tinggi di All England 2026. Alih-alih merasa tertekan oleh target juara, duet baru yang sedang naik daun ini memilih untuk fokus memberikan performa terbaik dalam turnamen bulu tangkis paling prestisius di dunia tersebut.
Turnamen level BWF Super 1000 tersebut dijadwalkan akan menggetarkan Utilita Arena Birmingham, Inggris, pada 3–8 Maret 2026 mendatang. Bagi Fajar dan Fikri, ajang ini memiliki makna emosional yang mendalam mengingat mereka pernah menjuarai turnamen tersebut dengan partner lamanya.
Fajar tepatnya pernah juara All England 2024 bersama Rian Ardianto. Sementara Fikri pernah juara All England 2023 bersama Bagas Maulana.
1. Transformasi Ekspektasi Menjadi Energi Positif
Kini Fajar/Fikri ingin merasakan gelar juara All England bersama. Karena memiliki modal pernah juara tersebut, Fajar/Fikri pun merasa tak terlalu merasa tertekan jelang All England 2026.
“Ya, yang pasti kami sudah apa ya, pernah mengalami hal yang ditargetkan seperti itu. Dan kami juga harus bisa apa ya, tidak menjadikan beban itu sendiri. Itu juga dijadikan motivasi buat kami,” ujar Fajar saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Selasa (24/2/2026).
Pebulu tangkis berusia 30 tahun tersebut mengungkapkan antusiasme yang tinggi untuk segera menjajal atmosfer Birmingham bersama Fikri. Keduanya merasa sangat termotivasi dengan kepercayaan serta target yang telah dipetakan oleh tim pelatih sektor ganda putra.
2. Fokus pada Kepercayaan Diri di Panggung Besar
“Kami juga pengen menampilkan yang terbaik apalagi ini event besar, All England. Dan ya mudah-mudahan target dari pelatih, dari PBSI, dan dari kami pribadi sendiri, kami bisa menampilkan yang terbaik ya, apalagi bisa juara lagi di All England,” sambung Fajar.
Senada dengan sang senior, Muhammad Shohibul Fikri menganggap tuntutan juara dari federasi sebagai hal yang lumrah dalam dunia olahraga profesional. Ia bertekad menjaga keseimbangan psikologis agar ambisi besar tersebut tidak berbalik menjadi bumerang saat bertanding di lapangan.
“Ya memang ada target dari pelatih, dari PBSI, dan dari diri kami sendiri juga. Dan itu jadi pacuan lah untuk kita berdua untuk lebih semangat, lebih percaya diri bahwa kita dipercaya untuk bisa mengambil target,” lanjut Fikri.
“Tapi jangan terlalu diambil menjadi beban lah, gitu aja sih. Karena ini bukan yang pertama kali juga kita seperti ini. Kita harus bisa lalui,” tutup Fikri.
(Okezone)
Diterbitkan tanggal 24 Februari 2026 by Muhamad Samani












Discussion about this post