MEGAPOLIS.ID, BANJARBARU — PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan menegaskan keberhasilan pelaksanaan G-RUN (Gerakan Ramah lingkUngaN) melalui implementasi lima program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terkurasi bertema lingkungan yang dilaksanakan lintas wilayah di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
G-RUN merupakan pendekatan strategis PLN UIP3B Kalimantan dalam merespons tantangan lingkungan yang berdampak langsung terhadap keberlanjutan ekosistem dan keandalan infrastruktur kelistrikan, seperti risiko banjir, degradasi daerah tangkapan air, kebakaran hutan dan lahan, serta persoalan sampah di kawasan perkotaan dan sekitar aset transmisi dan gardu induk.
Melalui lima program TJSL lingkungan yang dirancang berbasis kebutuhan dan risiko wilayah, PLN UIP3B Kalimantan menggandeng pemerintah daerah, komunitas lokal, lembaga lingkungan, media, serta mitra strategis lainnya untuk mendorong perubahan perilaku, penguatan kapasitas masyarakat, dan aksi nyata pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Program-program tersebut mencakup pengelolaan sampah berbasis komunitas, pelestarian lingkungan di sekitar aset kelistrikan, mitigasi kebakaran hutan dan lahan, penguatan ekonomi sirkular, serta edukasi publik mengenai keterkaitan antara lingkungan dan keandalan pasokan listrik.

Keberhasilan implementasi G-RUN menunjukkan bahwa pendekatan TJSL yang terkurasi dan kolaboratif mampu menjadi instrumen strategis dalam mendukung pengamanan aset dan keandalan sistem penyaluran listrik. Inisiatif ini juga memperkuat peran PLN sebagai BUMN yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis ketenagalistrikan, tetapi juga aktif menjaga keseimbangan lingkungan sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan energi di Kalimantan.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan bahwa G-RUN dirancang sebagai bagian dari strategi preventif perusahaan dalam pengelolaan risiko operasional kelistrikan.
“Melalui G-RUN, kami memandang program TJSL bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko dan keberlanjutan sistem kelistrikan. Lingkungan yang terjaga berarti risiko gangguan dapat ditekan, aset transmisi lebih terlindungi, dan keandalan penyaluran listrik bagi masyarakat Kalimantan dapat terjaga secara berkelanjutan,” ujar Riko.
Melalui G-RUN, PLN UIP3B Kalimantan berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi lintas sektor dan mengintegrasikan program TJSL dengan manajemen risiko operasional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekaligus mendukung pelayanan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan di seluruh Pulau Kalimantan.(rls)
Diterbitkan tanggal 20 Januari 2026 by admin












Discussion about this post