MEGAPOLIS.ID, KOTABARU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru turut serta dalam kegiatan Panen Raya Serentak yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Kamis (15/01/2026).
Dalam panen raya tahun 2026 ini, Lapas Kelas IIA Kotabaru berhasil memanen hasil pembinaan kemandirian warga binaan berupa 20 kilogram ikan lele dari sektor perikanan dan 50 kilogram sayur kangkung dari sektor pertanian.
Kegiatan ini terpusat secara nasional di Lapas Kelas I Cirebon dan terhubung secara virtual dengan seluruh jajaran pemasyarakatan se-Indonesia.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto, membuka secara resmi acara ini didampingi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen) Mashudi.
Dalam laporannya, Dirjen Mashudi mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, program ketahanan pangan pemasyarakatan telah melibatkan 12.146 warga binaan dengan pemanfaatan lahan produktif seluas 44,2 hektare di seluruh Indonesia.
Total hasil panen nasional tahun ini mencapai angka yang fantastis, yakni sekitar 123,5 ton, yang terdiri dari komoditas pertanian (99 ton), peternakan (4 ton), dan perikanan (19 ton). Selain itu, nilai premi (upah) bagi warga binaan yang terlibat mencapai lebih dari Rp905 juta.
Menteri Agus Andrianto dalam sambutannya menekankan bahwa hasil atau keuntungan dari kegiatan ini memang didedikasikan untuk solidaritas sosial, termasuk pembangunan sumur bor di daerah bencana. Ia juga mengajak para Kepala UPT untuk terus berinovasi.
“Tugas kita adalah mempersiapkan mereka (warga binaan) agar siap kembali ke masyarakat. Amati, tiru, modifikasi program Balai Latihan Kerja yang ada, dan gandeng pelaku usaha di daerah masing-masing,” tegas Menteri Agus
Sementara Kalapas kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah menjelaskan bahwa hasil panen yang diperoleh dari kegiatan ketahanan pangan di Lapas Kotabaru menjadi bukti bahwa pembinaan warga binaan dapat berjalan seiring dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Program ini juga memberikan nilai tambah berupa keterampilan kerja dan pengalaman produktif bagi warga binaan.
“Melalui program ketahanan pangan ini, kami tidak hanya menghasilkan produk pertanian dan perikanan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Doni Hardiansyah.(MIA)
Diterbitkan tanggal 15 Januari 2026 by admin













Discussion about this post