MEGAPOLIS.ID – Fabio Gianantonio gagal tampil apik di MotoGP 2025 kendati memiliki motor yang sama dengan Marc Marquez. Namun, ia yakin hasilnya akan lebih buruk jika meniru setelan sang rival.
Marquez sukses jadi juara dunia MotoGP 2025 dengan meraih 11 kemenangan dan 15 podium di balapan utama. Kesuksesan itu tidak terlepas dari moncernya motor Ducati Desmosedici GP25.
1. Berbanding Terbalik

Namun, hasil-hasil yang dicapai Marquez berbanding terbalik dengan dua penunggang motor yang sama. Francesco Bagnaia yang notabene rekan setim di Ducati Lenovo, justru terseok-seok.
Pria asal Italia itu finis di urutan lima klasemen akhir dengan 288 poin. Bagnaia hanya bisa meraih dua kemenangan dan delapan podium dari 22 balapan.
Lalu, Di Giannantonio finis keenam dengan 262 poin setelah meraih empat podium. Pembalap tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team itu jadi yang paling buruk di antara pengguna GP25.
Di Giannantonio cukup kesulitan dengan Ducati Desmosedici GP25. Padahal, ia mendapat sokongan penuh dari pabrikan Ducati plus bisa menyontek data milik Marquez dan Bagnaia.
2. Finis Terakhir

Namun, Di Giannantonio enggan melakukannya. Ia yakin jika meniru setelan Marquez, hasilnya malah lebih buruk!
“Masalahnya, setiap pembalap itu bekerja, mencari, dan berkendara, dengan cara yang berbeda. Percayalah, saya juga mempelajari pembalap lain dan berusaha meningkatkan hal di mana mereka lebih baik dari saya,” papar Di Giannantonio, dikutip dari Crash, Senin (12/1/2026).
“Tapi, saya tidak pernah bisa meniru persis seperti mereka. Jika saya meniru setelan Marc, saya akan finis terakhir, 100%!” tegas pria berusia 27 tahun tersebut.
MotoGP 2026 akan jadi kesempatan terakhir Di Giannantonio menikmati fasilitas dari pabrikan Ducati. Sebab, kontraknya bakal habis di ujung tahun. Patut dinanti seperti apa performanya musim ini.
(Okezone)
Diterbitkan tanggal 12 Januari 2026 by Muhamad Samani












Discussion about this post