MEGAPOLIS.ID, BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin HM Yamin HR, meninjau langsung progres pengerukan di kawasan Pulau Insan, tepatnya di depan Kedai Pulau Insan, Jalan Jafri Zam-zam, atau berseberangan dengan Stadion 17 Mei, Kamis (08/01/2026) siang.
Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Banjarmasin dalam memperluas kawasan resapan air, mengendalikan banjir, sekaligus mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Walikota Banjarmasin HM Yamin HR menyampaikan bahwa Pulau Insan merupakan aset lama milik Pemerintah Kota yang memiliki potensi besar apabila ditata dan dikembangkan dengan baik.
“Ini aset Pemko yang lama, sebelumnya tidak terpakai dan tidak dimanfaatkan. Padahal lokasinya sangat bagus dan sayang kalau dibiarkan. Kita harapkan segera dibersihkan dan dirapikan,” ujar Yamin.
Ia menegaskan, ke depan Pulau Insan tidak hanya difungsikan sebagai kawasan wisata kota, tetapi juga sebagai ruang retensi dan penampungan air untuk membantu mengurangi genangan di sejumlah wilayah sekitar.
“Pulau Insan ini akan kita jadikan tempat wisata Kota Banjarmasin, sekaligus ruang retensi dan penampungan air untuk wilayah Rawasari, Kerokan, hingga Sungai Sutoyo. Karena itu, pengerukan kita maksimalkan kembali,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yamin menambahkan bahwa material hasil pengerukan tidak akan terbuang sia-sia, melainkan dimanfaatkan untuk penataan kawasan agar lebih asri dan bernilai estetika.

“Hasil kerukan ini akan kita manfaatkan untuk penataan dan dijadikan taman di kawasan Pulau Insan. Insyaallah, mohon doa dan dukungannya sabarataan,” tambahnya.
Usai meninjau Pulau Insan, Walikota melanjutkan agenda ke Sungai Belitung untuk melihat secara langsung progres pengerukan sungai sebagai bagian dari upaya normalisasi aliran air di kawasan tersebut.
Dalam peninjauan tersebut, Walikota didampingi oleh Kepala Bidang Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Syafiq Huwaida.
Syafiq menjelaskan bahwa pengerukan Sungai Belitung bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tampung sungai dan memperlancar aliran air, terutama saat curah hujan tinggi.
“Pengerukan ini kita lakukan untuk mengembalikan fungsi sungai agar aliran air lebih lancar dan tidak mudah meluap. Ini bagian dari langkah preventif pengendalian genangan di kawasan sekitar,” jelas Syafiq.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap upaya normalisasi sungai dan penataan aset daerah dapat memberikan manfaat ganda, baik sebagai solusi pengendalian banjir maupun sebagai pengembangan destinasi wisata dan ruang terbuka hijau yang dapat dinikmati masyarakat.(rls)
Diterbitkan tanggal 9 Januari 2026 by admin














Discussion about this post