MEGAPOLIS.ID, KOTABARU– TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui misi kemanusiaan. Memasuki awal tahun 2026, TNI AL menghadirkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Surabaya-591 sebagai sarana distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh.
KRI Surabaya-591 sandar di Pelabuhan Pelindo Kotabaru pada Kamis, (01/01/2026). Kehadiran kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) tersebut menjadi wujud nyata kepedulian TNI AL dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Aceh dan sekitarnya.
Melalui Lanal Kotabaru Kapal tersebut mengangkut serta akan mendistribusikan berbagai bantuan yang berasal dari masyarakat maupun perusahaan, salah satunya adalah bantuan dari PT Jhonlin Group Peduli Aceh, berupa alat berat untuk mendukung proses pemulihan pascabanjir.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Kotabaru, Letkol Laut (P) M. Harun Al Rasyid menyampaikan bahwa KRI Surabaya-591 memang disiapkan oleh TNI AL untuk mendukung misi kemanusiaan di Aceh.
“KRI Surabaya-591 disiapkan oleh TNIAngkatan Laut dalam rangka mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Aceh. Saat ini kapal berada di Kotabaru untuk proses embarkasi bantuan dari PT Jhonlin Group Peduli Aceh,” ujar Danlanal Kotabaru.
Ia menjelaskan, bantuan yang diangkut berupa excavator dan dump truck, yang akan digunakan untuk mempercepat penanganan dampak banjir, khususnya dalam pembukaan akses dan pembersihan wilayah terdampak.
Lebih lanjut, M. Harun Al Rasyid menegaskan bahwa TNI AL akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan kebencanaan.
“TNI Angkatan Laut akan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan di daerah terdampak bencana. Hal ini sejalan dengan perintah Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk mempercepat pemulihan di wilayah yang terdampak bencana,” tegasnya.
Melalui sinergi antara TNI AL dan pihak swasta, diharapkan proses pemulihan pascabanjir di Aceh dapat berjalan lebih cepat dan optimal, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.(mia)
Diterbitkan tanggal 2 Januari 2026 by admin












Discussion about this post